Surat kecil untuk si pengguncang hati.

Untuk sipemilik mata terindah:

Dari laki-laki maha lemah yang berserah diri pada Sang Khalik.

Aku bukanlah orang pertama yang mengagumi kecantikanmu. Aku pun bukanlah orang pertama yang mengagumi betapa jernihnya suaramu. Aku adalah pria dari sekian banyak pria yang mencintai dirimu. Mungkin aku tidak seberani mereka yang dengan lantang berkata suka kepadamu. Aku adalah pria yang mencintaimu dalam diam. Akulah si penyebut namamu disetiap bait doa dikala malam.

Wahai hati yang rapuh, condongkan dirimu untuk selalu takut dengan murka Allah. Supaya syahwatku terkendali, dan pikiranku bersih dari hal-hal yang tidak manusiawi. Semoga hatiku bersih daripada segala sesuatu yang kotor.

Tuhan memperkuat hatiku untuk memendam perasaan. Aku mencintaimu karena Allah yang menanamkan perasaan ini. Manusiawi aku sakit hati andai kan kau bukanlah tulang rusuk ku. Namun yakinlah, bahwa aku akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. Disaat perasaan kecewa itu lenyap dan hatiku mantab menerima kehendak Sang Maha Kuasa. Aku yakin Allah sudah menyiapkan apa yang terbaik untuk kita.

Kau adalah wanita cantik dengan hati yang bersih, hijrahmu memantabkan diriku untuk benar-benar memilihmu. Semangatmu untuk mencari jalan kebenaran menjadi motivasiku. Kabar baikmu menjadi penyemangatku. Jihadmu adalah alasanku untuk berjalan dijalan yang sama denganmu. Kesempurnaanmu adalah kesadaranku untuk semakin bersemangat dalam memperbaiki diri.

Dirimu adalah rindu tanpa pertemuan dan sapa. Karena rindu adalah ritual-ritual kecil dalam hal mencintai. Serta pertemuan hanyalah sebuah fase untuk rindu selanjutnya.

Aku adalah hamba yang menjalani takdirku; mencintaimu! Meskipun jarak benar-benar tidak berpihak, ia semakin jauh dan jauh. Mungkin sebentar lagi kau tidak akan tercapai atau mungkin aku yang diam ditempat.

Iklan

Beberapa Nasehat Al-Imam Syafii RA untuk penuntut Ilmu.

بسم الله الرحمن الرحيم.

االحمد لله الذى روح القلوب والباب بسماع مناقب ارباب الكمال من الاحباب وخصهم بمزيا ان تسطر فى كتاب وتوجهم بتيجان الاستقامة على سنن الهدى والصواب وانزلهم حضرة القرب والاقتراب وجعلهم ائمة يهدون من سبقت لهم الشعادة والزلفى و حسن المأب وأشهد أن لا اله الا الله شهادة من عبده عبادة على مقتضى السنة والكتاب واشهد ان سيدنا محمدا عبده و ر سوله مفتاح كل باب ومجلى تجليات حضرة االكريم الوهاب صلى الله عليه وآله والاصحاب.

Segala puji bagi Allah yang telah menghibur hati dan pikiran dengan memperdengarkan pembacaan kisah (riwayat hidup) para wali-wali-Nya yang tercinta. Dan Allah meng-anugerahi mereka (Wali-wali Nya) dengan keistimewaan yang terlalu luas untuk dimuat dalam sebuah buku. Mereka (Wali-wali Nya) diberi mahkota sifat Istiqomah untuk selalu menjalani jalan-jalan Petunjuk dan Kebenaran. Allah menempatkan wali-wali-Nya pada kedudukan yang sangat dekat dengan-Nya. Allah juga menjadikan mereka sebagai pemuka-pemuka agama yang berhasil meraih kebahagiaan, dan mereka berhasil meraih kedekatan dengan Allah, serta mereka berhasil pula meraih tempat kembali yang terbaik. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, kesaksian ini berdasarkan pada seorang hamba yang selalu mengabdi kepada Allah sesuai tuntunan AlKitab dan Sunnah. Dan aku bersaksi bahwa junjungan kami semua (Muslim yang beriman kepada Allah dan Rosul-Nya) ya’ni; Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan Allah, sekaligus Nabi Muhammad SAW adalah pembuka segala pintu yang dapat mengantarkan seseorang sampai ke Hadirat Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi. Semoga Sholawat dan Salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, dan kepada seluruh keluarga-keluarganya, dan kepada seluruh Sahabat-Sahabatnya.

روى معاذ بن جبل رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول. ذكر الانبياء من العبادة وذكر الصالحين كفارة وذكرالموت صدقة وذكر القبر يقربكم من الجنة.

Artinya: Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal; Rasulullah SAW bersabda. “Menyebut kisah para Nabi itu adalah Ibadah, dan menyebut kisah para orang-orang Soleh itu adalah penebus dosa, dan mengingat mati adalah Sedekah, dan mengingat kubur akan mendekatkan diri ke Syurga.

Dan berkata Al-Habib ‘Ali Bin Muhammad Al-Habsyi (Shahibul Simtut Dhuror). “Jika riwayat hidup (Manaqib) kaum ‘Arifin dibacakan kepada orang-orang beriman. Maka iman mereka itu akan semakin bertambah kuat.

Dan berkata Syeikh Abu Yazid Al-Busthomi. “Cintailah para wali-wali Allah supaya mereka juga mencintai engkau. Karena Allah Ta’ala memandang didalam hati wali-Nya, kemungkinan Allah Ta’ala memandang nama engkau didalam hati wali-Nya. Maka wali Allah itu akan menjadi sebab engkau mendapatkan ke Ampunan-Nya.”

Dan sebagian Kaum Atsar berkata. “Ketika dibaca hikayat karomah wali-wali Allah itu, maka turunlah beberapa Rahmat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.”

Dan berkata pula sebagian orang-orang Shaleh. “Engkau sebutlah kisah-kisah orang Shaleh dan Hikayat Karomahnya, maka didalam menyebut kisah-kisah itu turunlah beberapa Rahmat Allah. Dan hendaklah engkau hadir dimajlis orang-orang Shaleh, niscaya engkau mendapat berkah mereka itu. Dan hendaklah engkau ziarahi kubur mereka, apabila mereka sudah meninggal.

Dan adapun beberapa nasehat Al-Imam Syafii RA.

١) صحبت الصفية واستفدت منهم حرفين الوقت سيف وافضل العصمة ان لاتجد من احب ان يقضى له بالحسنى فليحسن بالناس الظن وابين ما فى الانسان ضعفه فمن شهد الضعف من نفسه نال الاستقامة مع الله تعالى احب لكل مسلم أن يكثر اصلاة على سيدنا محمد صلى الله عليه و سلم.

Artinya: “Aku pernah berteman dengan Ulama Shufi dan aku mendapatkan faidah dari mereka dua macam kalimat.

1). Waktu itu bagaikan pedang.

2). Paling utama dalam pemeliharaan (diri) bahwa engkau tidak pemarah. Barangsiapa yang ingin Husnul Khatimah, maka hendaklah ia selalu berbaik sangka kepada manusia. Sangat nyata kelemahan manusia, maka barangsiapa yang memandang kelemahan diri sendiri; pastilah ia mencapai Istiqomah dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Aku sangat suka dengan orang muslim yang memperbanyak membaca Shalawat kepada Rasullullah SAW.

٢) اصبر على الجفا من معلم فإن رسوب العلم فى نفراته ومن لم يذق مر التعلم ساعة تجرع ذل الجهل طول حياته.

Artinya: “Bersabarlah terhadap kekerasan seorang guru, karena kegagalan dalam mencari ilmu terletak pada ketidak sanggupan (seorang murid) dalam menghadapi hal demikian. Barangsiapa (penuntut Ilmu) tidak pernah merasakan pahitnya mencari Ilmu walau sesaat, maka ia akan terjerumus dalam kebodohan yang hina selama hidupnya.”

٣) كل العلوم سوى القرآن مشتغلة الا الحديث و علم الفقه فى الدين العلم ما كان فيه قال حدثنا وما سوى ذاك وسواس الشياطين.

Artinya: “Semua ‘Ilmu selain Al-Qur’an itu hanya sumber kesibukan, kecuali hadits ‘Ilmu Fiqih dan ‘Ilmu Agama. ‘Ilmu sejati adalah ‘Ilmu yang bersumber dari pembicaraan guru panutan, maka selain itu hanya berupa bisikan syaitan.

٤) قلبى برحمتك اللهم ذو أنس فى السر والجهر والاصباح والغلس وما تقلبت من نومى وفى سناتى الا وذكرك بين النفس والنفس. لقد مننت على قلبى بمعرفة بأنك الله ذو الالاء والقدس وقدأتيت ذنوبا انت تعلمها. فامنن علي بذكر الصالحين ولاتجعل علي إذا فى الدين من لبس وكن معى طول دنياي وآخرة ويوم حشرى بما انزلت فى عبس.

Artinya: “Dengan Berkat dan Rahmatmu ya Allah, berilah hatiku ketenangan dalam kesendirian maupun bersama-sama pada waktu pagi ataupun malam. Aku tidak akan berpaling dalam keadaan tidur maupun terjaga kecuali selalu ingat kepada-Mu dalam jiwa dan setiap tarikan nafas. Sungguh telah Engkau anugerahi Ma’rifat; bahwa Engkau Tuhan yang Maha Mulia lagi Maha Suci. Aku telah banyak berbuat dosa dan Engkau selalu mengetahuinya, namun Engkau tidak segera memberi sanksi atas perbuatan (dosaku) itu. Maka berilah aku anugerah dengan selalu ingat kepada orang-orang Shaleh, dan jangan Engkau jadikan agama bagiku hanya sebagai pakaian saja; ya Allah bimbinglah aku selama hidupku didunia dan diakhirat serta di hari Mahsyar banti: dengan selalu memperhatikan ajaran yang Engkau turunkan.”

Adapun nama Imam Syafii yakni: Muhammad bin Idris bin ‘Abbas bin Utsman bin Syafi (Nisbah Syafii dari datu beliau) bin Saib bin ‘Ubaid bin Yazid bin Hasyim bin Muthallib bin ‘Abdi Manaf (Dan pada Abdi Manaf lah nasab beliau bertemu dengan Nabi Muhammad SAW).

Beliau lahir di Guzzah (الغزة) termasuk negri suci Qudsiyah. Ayahnya wafat ketika Imam Syafii masih kecil. Beliau hidup dengan ibundanya dalam keadaan susah.

Sejak beliau kecil, beliau cinta akan Ilmu. Ini terbukti saat itu beliau selalu menghadiri majlis ulama. Apapun Ilmu yang beliau dengar, selalu beliau catat pada benda apapun hingga ditulang belulang sekalipun. Sampai-sampai penuh dirumahnya dengan catatan-catatan. Karena beliau tidak mampu membeli pena dan kertas serta kitab. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat beliau didalam menuntut Ilmu.

Semoga sedikit cerita ini mampu membangkitkan semangat kita dalam menuntut Ilmu, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan mencontoh tentang kehidupan beliau yang selalu mencintai Ilmu dan Ulama. Amin ya Robbal ‘Alamin. Wallahua’lambisshawab.

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, saya hanya ingin berbagi dan semoga kita semua dapat mengambil manfaatnya.